Mengenal Lebih Dekat Bunga Floating Rate di KPR

Perumahan subsidi Cikarang – Bertambahnya penduduk setiap tahunnya membuat kebutuhan akan hunian terus meningkat. Tentu, semakin banyak permintaan secara otomatis akan berpengaruh pada harga rumah yang sudah pasti akan mengalami kenaikan. Walau ditengarai jika rumah adalah salah satu kebutuhan primer akan tetapi dikarenakan harganya yang memang terus melambung membuat daya beli masyarakat kian menurun.

Dengan adanya program yang ditawarkan baik oleh Pemerintah maupun pihak swasta dalam hal ini KPR memberi angin segar bagi mereka yang memang ingin membeli rumah baru. Selain dana yang diperlukan tidak terlalu besar, cicilan yang ditawarkan pun cenderung sangat terjangkau. Adapun KPR  ini sendiri merupakan layanan dari pihak Bank yang diberikan kepada semua lapisan masyarakat yang tentu saja memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.

Didalam proses KPR itu sendiri, setiap nasabah akan dihadapkan dengan dua pilihan suku bunga yaitu Floating rate atau fixed rate. Adapun yang dimaksud dengan fix rate disini adalah suku bunga tetap yairtu selama waktu yang ditentukan maka suku bunga akan tetap sama hingga pelunasan. Sementara, yang namanya floating rate berbeda lagi.

Pengertian Floating rate

Floating rate umum disebut dengan suku bunga mengambang atau bunga berjalan. Mengapa disebut demikian? Pasalnya nilai suku bunga yang ditentukan akan mengalami perubahan selama masa peminjaman. Sesuai dengan namanya, maka perubahan suku bunga itu bisa menurun atau justru naik dimana nantinya akan disesuaikan dengan suku bunga dari Bank Indonesia.

Baca juga Sudah Siapkah Anda Membeli Rumah

Sebagai ilustrasi, misalnya saja saat mengajukan KPR maka cicilan bulanan yang ditetapkan sebesar 1.500.000 dengan suku bunga 10%. Nah, di satu waktu pihak Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 1.2% maka secara otomatis cicilan rumah pun ikut naik.

Cara termudah untuk mengetahui suku bunga mengambang yang sedang berlaku maka sebaiknya kunjungi kantor cabang Bank terdekat. Atau, di situs resmi Bank Indonesia juga kerap dicantumkan suku bunga sebagai acuan bagi mereka yang ingin mengambil KPR.

Yang menjadi pertanyaannya disini adalah faktor apa yang membuat Bank Indonesia menaikan atau menurunkan suku bunga. Jawabannya dari banyaknya penyebab maka kebijakan Pemerintah disinyalir menjadi faktor utama. Ya, jika program Pemerintah adalah meningkatkan pembangunan perumahan rakyat maka secara otomatis cicilan KPR untuk kategori tertentu akan mengalami penurunan.

Sebaliknya, yang menjadi alasan Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk menarik minat pasar terhadap situasi keuangan domestik. Tujuannya adalah agar modal berputar di pasaran dalam negeri.

Mengenal Kelebihan Floating rate

Jadi, jika dihadapkan dengan fixed rate atau floating rate, maka sebagai nasabah bijak haruslah mencari tahu apa yang menjadi keuntungannya. Sebut saja suku bunga floating rate yang sesuai dengan penjelasan diatas adalah suku bunga yang tidak pasti maka ada baiknya memperhitungkan kondisi finansial selama ini.

Jika suku bunga mengalami penurunan maka bukan tidak mungkin cicilannya juga ikut turun. Adapun kelebihan dana yang sebenarnya dijadikan sebagai cicilan bisa dipakai untuk keperluan lain atau tetap dianggap sebagai pembayaran rumah. Sebaliknya, jika suku bunga naik maka cicilan akan meningkat tajam dan hal inilah yang kerap membuat seorang nasabah mengalami kredit macet.

Itulah penjelasan singkat mengenai suku bunga floating rate yang sebaiknya dipahami dengan benar termasuk menyesuaikan dengan kemampuan dana yang ada. Jika dirasa suku bunga ini memberi banyak kemudahan, maka suku bunga ini menjadi pilihan yang tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here